Perekrutan PPK Rendang, Diduga Oknum Bermain dalam Keputusan KPU Karangasem

  • 06 Januari 2019
Perekrutan PPK Rendang, Diduga Oknum Bermain dalam Keputusan KPU Karangasem
Beritabali.com, Karangasem. Mantan petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Rendang, Karangasem tidak terima keputusan KPU Karangasem terkait proses perekrutan PPK yang disinyalir tidak adil karena diduga ada oknum yang bermainan di belakang layar.
 

Ungkapan kekecewaan ini disampaikan oleh I Gusti Ngurah Ariawan salah seorang mantan anggota PPK Kecamatan Rendang, Karangasem. Menurut Ariawan sebelum persoalan ini mencuat, awalnya dirinya menjabat sebagai anggota PPK Kecamatan Rendang untuk Pilgub Bali 2018 yang saat itu jumlahnya masih 5 orang. 
 
Saat itu, karena pertimbangan waktu yang sempit antara Pigub dengan tahapan Pileg dan Pilpres rencana anggota PPK ditetapkan akan menjadi PPK Pileg dan Pilpres tahun 2019. Hanya saja keburu turun Undang - Undang Pemilu No 7 tahun 2018 yang menyebabkan anggota PPK dikurangi menjadi 3 orang Ariawan akhirnya tidak lolos bersama satu orang rekannya.
 
Lanjut Ariawan, sekitar Bulan September 2018, salah satu anggota PPK Kecamatan Rendang diterima menjadi Komisioner KPU Karangasem, nah disana Ariawan lantas diminta oleh temen-temen PPK Kecamatan Rendang dan juga oleh salah satu komisioner KPU Karangasem dihubungi via telepon agar ikut kembali bergabung, akhirnya diputuskan untuk bergabung kembali menjadi Pengganti Antar Waktu yang dilantik pada 2 Oktober 2018 lalu.
 
Namun setelah pelantikan keluarlah putusan MK yang mengamanatkan agar anggota PPK ditambah agar menjadi 5 orang. Sehingga pada bulan November dilaksanakanlah perekrutan untuk mencari 2 orang tambahan baru. Setelah dilaksanakan perekrutan tiga ada 3 orang pelamar baru dan 3 orang petugas PPK sebelumnya diikutkan untuk penyelarasan.
 
Setelah seluruh proses berjalan, rupanya dari hasil keputusan KPU Karangasem ternyata menyatakan Ariawan tidak memenuhi syarat, sempat ditanyakan kepada Kepada Korwil Rendang dirinya mendapat jawaban yang kurang memuaskan. "Saya tanya kepada Kepala korwil dan jawabannya saya dikatakan tidak direkomendasikan oleh pelamar," ungkap Ariawan.
 
Darisana kemudian muncul pertanyaan kenapa jawaban yang dirinya dapatkan tidak masuk akal yakni dikatakan penilaiannya berdasarkan penilaian Pelamar. "Alangkah hebatnya dan saktinya pelamar tersebut sampai bisa menilai kinerja dan prilaku orang yang belum dikenal," heran Ariawan mendapat jawaban seperti itu.
 
Ariawan sendiri sangat menyayangkan jawaban dari Korwil tersebut, dari enam orang yang mengikuti wawancara untuk PPK Kecamatan Rendang hanya 3 orang pelamar baru sementara 3 orang sisanya adalah anggota PPK yang saat itu masih aktif kecewanya kenapa yang dianggap tidak memenuhi syarat hanya dirinya. Hal inilah yang membuat Ariawan tidak terima terhadap keputusan KPU Karangasem dalam perekrutan PPK Rendang.
 

"Saya merasa dipermainkan karena ini sudah menyangkut privatisasi saya maka saya akan kejar siapa yang bermain,  jika hal seperti ini dibiarkan kapan netralitas KPU Karangasem akan terwujud," kata Ariawan.
 
Sementara itu, Ketua KPU Karangasem, I Gede Krisna Adi Widana ketika dikonfirnasi via whatup mengenai persoalan tersebut mengungkapkan bahwa SK seluruh PPK Kecamatan Rendang sudah habis pertanggal 31 Desember 2018 lalu, sesuai edaran KPU ada evaluasi dan rekrutman sehingga ada beberapa PPK yang tidak diperpanjang lagi SK-nya dengan beberapa pertimbangan seperti penekan hasil Pleno adalah IT dan Kinerja saat Pilgub.
 
"Kami sempat ketemu, saya sudah jelaskan untuk menentukan personal PPK, kami Pleno berlima hal utama penekan hasil Pleno adalah IT dan Kinerja saat pilgub," kata Krisna Adi Widana. (bbn/igs/rob)
  • 06 Januari 2019

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita