Prabowo: Emak-Emak Militan Dalam Menjaga Keharmonisan Bangsa

  • 19 Oktober 2018
Prabowo: Emak-Emak Militan Dalam Menjaga Keharmonisan Bangsa
Beritabali.com,Denpasar. Dengan menggunakan kemeja biru dan berudeng putih, Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto langsung disambut lagu "Maju Tak Gentar" saat turun dari mobil warna putih, Jumat (19/10) sore di Hotel Inna Jalan Veteran, Denpasar.
 

Mantan Komando Baret merah dengan pangkat terakhir Letnan Jendral itu ada di Denpasar untuk menghadiri Silaturahmi Relawan Emak-emak Binangkit dan Relawan Prabowo-Sandi Provinsi Bali yang mendeklarasikan mendukung dirinya untuk Presiden 2019. Dalam acara tersebut, Prabowo memberikan pidato wawasan kebangsaan kepada Relawan Emak-emak se-Provinsi Bali itu. Menariknya, dalam acara tersebut Prabowo mendapat kejutan tumpeng ulang tahunnya ke-67 dari para emak-emak. 
 
Ketua Umum DPP Gerindra itu, sendiri  memulai pidatonya dengan penjelasan mengapa ia mau menerima amanah dari rakyat untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden pada Pemilu 2019. 
 
"Kesulitan yang dihadapi bangsa rasanya perlu suatu itikad yang sangat besar, suatu keyakinan yang sangat besar, suatu tekad yang sangat besar untuk mau menerima amanah tersebut," kata Prabowo.
 
Ia mengingatkan bahwa politik bukan hal yang mudah untuk dijalankan. Menurutnya, politik membutuhkan  membutuhkan pengorbanan. Karenanya sangat penting dalam menjaga militansi bangsa.
 
"Janganlah mudah kita untuk diadu domba. Tetaplah bersatu walau kita beda agama ras dan budaya. Ini penting dalam menjaga kekuatan Pancasila dan mengamankan UUD 1945," tegasnya.
 
Ia juga mengaku sangat bersyukur lantaran tumbuh kesadaran di kalangan emak-emak untuk membangun bangsa ini. Dikatakan pula, Emak-emak ini sangat militan dalam menjaga keharmonisan bangsa.
 
"Mari emak-emak sudah berkorban di negara ini, tetaplah menjadi militan untuk menegakkan keadilan yang masih belum sesuai dengan yang seharusnya terjadi," ujarnya.
 
Saat ini, menurut Prabowo, terjadi paradoksal dalam keadaan bangsa Indonesia. Di mata Prabowo, paradoksal itu amat janggal setelah Indonesia merdeka selama 73 tahun. Menurutnya yang kaya hanya segelintir orang saja. Dan ini bukan angka saya, ini hasil data, fakta yang diakui oleh Bank Dunia, oleh lembaga internasional.
 
Data dan fakta itu menunjukkan yang menikmati kekayaan Indonesia hanya kurang dari 1 persen Warga Negara Indonesia. Sedangkan 99 persennya mengalami hidup yang sangat pas-pasan, bahkan bisa dikatakan sangat sulit.
 

"Orang yang tidak punya uang jangan berani sakit. Kalau sakit, tidak tahu bagaimana. Ada yang bingung, ada yang kaget mendengar bahwa rumah sakit kita sudah lama, sudah beberapa bulan tidak dibayar," sindir Prabowo. 
 
Ia pun menegaskan bahwa pihaknya menghormati apapun putusan rakyat apabila nantinya tidak mengamanatkan dirinya dan Sandiaga Uno sebagai pemimpin Indonesia. Hanya saja, ia mengingatkan bahwa masyarakat harus mempunyai akal sehat dalam memilih calon pemimpinnya. Dan berjanji untuk terjun ke ke pelosok daerah mengawal suara-suara dalam pemilihan nantinya. Karenanya Ia mengaku bersama Sandiaga Uno mohon doa restu  bertekad untuk menjadi pemimpin yang hadir bagi seluruh elemen bangsa. (bbn/maw/rob)
  • 19 Oktober 2018

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita