PDIP Bali Sudah "Tidak Warna Ibu", Cok Rat Tegaskan Dukung Rai Mantra

  • 07 Januari 2018
PDIP Bali Sudah "Tidak Warna Ibu", Cok Rat Tegaskan Dukung Rai Mantra
Beritabali.com, Denpasar. Tokoh senior PDIP Bali, A.A Ngurah Oka Ratmadi atau Cok Rat, akhirnya menegaskan posisi dukungan politiknya di ajang Pilgub Bali, Juni 2018 mendatang. Di Puri Satria, Sabtu (6/1/2018), Cok Rat menegaskan dirinya mendukung penuh Calon Gubernur Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra atau Rai Mantra dalam Pilgub Bali mendatang.
 
Dalam rilis yang dibagikan kepada wartawan, Cok Rat menyatakan tegas mendukung Rai Mantra, dan  bukan memilih partai pendukung Rai Mantra yaitu, Golkar, Demokrat, NasDem, dan Gerindra. Menurutnya, Rai Mantra adalah sosok yang independen.
 
Dalam rilis itu juga disampaikan bahwa dirinya ikut membangun PDI dan PDIP di Bali bersama sang ayah, Cok Bagus Sayoga.
 
Cok Rat menekankan ia begitu loyal terhadap Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Namun saat ini Cok rat melihat "warna" PDIP di Bali saat ini bukanlah "warna" Ketua Umum PDIP Megawati.
 
Pilihan politik ini dipilih Cok Rat, dengan alasan untuk mengembalikan "warna" PDI Perjuangan di Bali seperti "warna" Megawati. Namun Cok Rat tidak merinci lebih jauh arti kata "warna" yang dimaksudnya.
 
Pilihan posisi politik Cok Rat dalam Pilgub Bali 2018 ini sesungguhnya tidaklah terlalu mengejutkan. Dalam catatan redaksi Beritabali.com, bentuk "perlawanan" Cok Rat terhadap PDIP Bali dibawah kepemimpinan Wayan Koster, sudah terjadi sejak pertengahan tahun lalu.
 
Pada bulan Juli tahun 2017, Penglingsir Puri Satria ini juga dengan tegas dan lugas meminta kepada jajaran pimpinan PDIP agar tidak salah dalam menentukan calon gubernur yang akan diusung dalam Pemilihan Gubernur Bali 2018.
 
Hal ini disampaikan Cok Rat saat menerima kedatangan Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra ke Puri Satria Denpasar, waktu itu pada Sabtu (8/7/2017). 
 
 
Menurut Cok Rat sapaan akrab A.A Ngurah Oka Ratmadi waktu itu, dirinya selaku Dewan Pertimbangan Partai (DPP) melihat pencalonan Calon Gubernur Bali waktu itu kurang demokratis. Ia menilai ada unsur-unsur kesengajaan untuk menjegal serta tidak memberikan ruang yang terbuka dalam menjaring putra putra terbaik dalam menentukan calon pemimpin di Bali. 
 
“Apa yang dicanangkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bukanlah semata-mata kepunyaan orang PDIP, namun itu semua adalah milik rakyat. Tolong kepada pimpinan partai yang diberikan mandat saat ini, jangan sekadar takut akan tidak dicalonkan dari sekarang. Takut ini, takut itu, dan itu sangat berbahaya sekali, kalau partai salah dalam menentukan calon pasti akan ditinggal oleh rakyat, dan rakyat saat ini sudah cerdas dalam menentukan sikap,” kata Cok Rat, waktu itu. [bbn/rls/psk] 
  • 07 Januari 2018

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita